Pemerintah Siapkan Skema Serap 40 Ribu Ton Jagung untuk Peternak
By Admin

Dok. Kementan
nusakini.com, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merancang sistem baru penyerapan komoditas jagung guna menekan tingginya harga pakan ternak. Skema kolaboratif ini melibatkan peternak, Perum Bulog sebagai penyedia dana, dan koperasi selaku pengelola fasilitas penyimpanan.
Pertemuan strategis untuk merumuskan kebijakan tersebut dilangsungkan bersama perwakilan peternak di Jakarta pada Jumat (9/10). Langkah ini diambil merespons keluhan para pelaku usaha peternakan yang sebelumnya sempat menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR akibat kerugian finansial.
Dalam audiensi yang dimulai pukul 06.00 WIB itu, pemerintah menjanjikan pasokan bahan baku pakan yang lebih stabil sepanjang tahun. "Saya mau pakan ini ada sistem, bapak yang serap dan Bulog yang bayar,” kata Amran menegaskan perihal skema tersebut.
Pemerintah menargetkan keseimbangan ekonomi agar petani jagung meraup untung saat panen raya dan peternak tidak tercekik biaya produksi. “Jangan sampai peternak rugi, kalau rugi peternak maka negara juga ikut rugi,” ujar Mentan menambahkan alasan di balik kebijakan tersebut.
Saat ini, ketersediaan jagung yang dialokasikan dalam tahap awal skema ini mencapai 40 ribu ton. “Saat ini ada 40 ribu ton, tapi ini tetap menyerap, negara punya keterbatasan dan sekarang yang ada dulu 40 ribu jagung,” tutur Amran.
Perwakilan peternak asal Lampung, Kasmani, menyebut harga jagung di tingkat pengepul saat ini masih menembus Rp8.400 per kilogram. "Kendala kita di lapangan juga menyangkut perbedaan kadar air yang dipersyaratkan oleh Bulog," ungkap Kasmani menyoroti masalah spesifikasi panen.
Menjawab kendala tersebut, Mentan memastikan adanya penguatan infrastruktur pengeringan di sejumlah sentra produksi jagung nasional. “Presiden sudah tetapkan anggaran Rp5 triliun untuk gudang paket Bulog, lengkapi dengan dryer,” ucap Amran menutup penjelasannya. (*)